Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Hukum Dagang Dalam Islam

coretan murid
Hukum Dagang
Assalamualaikum senang sekali kita berjumpa lagi sahabat blogger, berdagang merupakan salah satu usaha mencari rezeki, dan perdagangan merupakan salah satu bukti bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian karena pada hakikatnya Allah SWT menciptakan manusia dengan satu sifat untuk saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Lantas dari kebutuhan itulah manusia melakukan pertukaran perdagangan atau semua yang kiranya bermanfaat dengan cara jual beli sehingga hidup manusia akan berjalan produktif, akan tetapi perdagangan yang dianggap sah dan halal adalah perdagangan yang sesuai dengan syariat Islam, ajaran Islam tertuang dengan jelas dalam firman Allah SWT dalam surat annisa ayat 29 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

Dalam ayat tersebut Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang dengan cara-cara yang baik yaitu dengan cara suka sama suka diantara penjual dan pembeli mengenai barang dagangannya. Allah SWT memberikan perumpamaan perdagangan yang buruk dengan sesuatu yang sama buruknya dengan pembunuhan diri sendiri.

Dalam Islam kegiatan perdagangan itu haruslah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan secara syariah, ketentuan perdagangan yang telah ditetapkan oleh agama apabila dijalankan sesuai dengan hukumnya akan menjadikan nilai sebagai ibadah dan Insya Allah akan mendapatkan pahala, dengan demikian kita yang melaksanakan perniagaan dengan cara berdagang tidak hanya mendapatkan keuntungan secara ekonomi saja.

Adapun rukun dagang dalam Islam ada 3 yaitu : 

1. Adanya dua pihak yang membuat akad penjual dan pembeli.

2. Objek yang berkaitan dengan barang dan harga.

3. Ijab qobul antara pemilik barang dan pembeli.

Ketiga rukun dagang tersebut dijabarkan lagi dalam beberapa point yang menjadi syarat utama sah atau tidaknya sebuah perdagangan yaitu :
  • Pedagang dan pembeli haruslah berakal waras atau tidak sakit jiwa, artinya apabila suatu perdagangan dijalankan oleh orang yang tidak berakal waras maka perdagangannya menjadi tidak sah.
  • Pedagang dan pembeli haruslah sudah baligh, jual beli anak kecil yang belum baligh hukumnya tidak sah akan tetapi jika anak tersebut sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk diperbolehkan jual beri terhadap barang-barang yang murah seperti permen, kue, snack ataupun makanan kecil lainnya.
  • Berhak menggunakan hartanya, orang yang tidak berhak menngunakan harta milik orang tidak sah jual belinya, seperti firman Allah SWT dalam surat annisa ayat 5 yang artinya “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik”.
Islam menggariskan beberapa adab untuk diamalkan dalam berniaga, adab ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dan penipuan dalam perdagangan. Diantara adab-adab tersebut yaitu :
  • Bersikap amanah, artinya penjual dan pembeli bersikap jujur dan berterus terang, mengatakan yang sebenarnya tidak mencurangi dan mengatakan hal yang berlebih-lebihan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sebagai contoh penjual tidak boleh mencampur barang dagangan yang lama dengan barang yang baru lalu menjualnya dengan harga yang sama. Contoh kedua penjual mengatakan dengan sengaja modal yang bukan sebenarnya dengan tujuan untuk meraih pembeli. Demikian juga pembeli sebaiknya bersikap jujur apabila ada kelebihan uang pengembalian dari penjual atau jika diberi kebebasan oleh penjual untuk menimbang barang dagangan seorang diri.
  • Bersikap Ikhsan, artinya yaitu penjual dalam menjual barang dagangannya tidak hanya memikirkan keuntungan belaka namun juga mempertimbangkan aspek keberkahannya dalam berdagang.
  • kemudian adab yang harus dikedepankan oleh penjual dan pembeli adalah dituntut bermusyawarah dalam hal kebaikan apabila timbul masalah yang tidak disangka-sangka.
  • Adab selanjutnya adalah tekun, dalam aktivitas jual beli dalam rangka memperoleh berkah dari Allah SWT kita dituntut tekun dalam berusaha sungguh-sungguh agar usahanya berkembang.
Penjual diharamkan mempermainkan timbangan, memakan harta riba dengan melipatgandakan keuntungan, atau mengenakan bunga atas apa yang dijual, dalam suatu hadist shohih riwayat bukhori dan abu daud disebutkan Nabi berdo’a “dua orang yang bertransaksi jual beli itu punya hak memilih selama belum berpisah, bila keduanya jujur dan menerangkan apa adanya maka keduanya akan diberi barokah dalam jual belinya, tapi bila mereka berdusta, menyembunyikan atau cacat maka akan dihilangkan keberkahan jual beli atas keduanya”.

Semoga kita terhindar dari perkara-perkara haram yang tampak atau yang tidak tampak oleh kita, amin yaa robbal alamin.
Read more

Selasa, 05 Mei 2015

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia melemah

coretan murid
ilustrasi bisnis & ekonomi
Assalamualikum sahabat blogger semua, sesuai dengan prediksi banyak pihak pertumbuhan Ekonomi Indonesia kwartal I di bawah 5 %, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tiga bulan pertama tahun ini pertumbuhan Ekonomi hanya mencapai 4,71%, pertumbuhan Ekonomi Indonesia terus turun jika dibandingkan pertumbuhan Ekonomi kwartal I sejak tahun 2012 hingga 2015 mengalami penurunan yang cukup signifikan, pengamat Ekonomi mengatakan jika konsumsi swasta, belanja pemerintah, dan investasi tidak mampu didorong maka pertumbuhan Ekonomi pada kwartal II juga akan sulit.

Pasalnya ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan Ekonomi, menurut pengamat juga asumsi pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,7% dalam APBNP 2015 sulit tercapai bahkan diperkirakan hanya akan sebesar 5,3%.

Direktur Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengatakan Bank Indonesia akan mengambil langkah kebijakan yang tepat terkait dengan perlambatan Ekonomi pada kwartal pertama tahun ini yang diakui di bawah ekspektasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia mendorong Pemerintah untuk melakukan reformasi struktural dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi, selain itu perlu adanya kebijakan untuk mendorong daya saing dan peningkatan ekspor yang diharapkan dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan, dalam APBNP 2015 Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan Ekonomi sebesar 5.7%.

Dari pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang menurun tentu saja berimbas kepada berbagai sektor antara lain sektor perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan laba perbankan pada triwulan pertama tahun ini mengalami perlambatan hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit Bank yang hanya tumbuh sebesar 1% pada triwulan pertama.

Deputi pengawas Bank Otoritas Jasa Keungan (OJK) Irwan Lubis mengatakan pendapatan bunga dari penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis perbankan yang utama sehingga perlambatan pertumbuhan kredit mempengaruhi laba Bank. OJK mencatat pertumbuhan kredit pada kwartal pertama hanya sebesar 1% padahal target pertumbuhan kredit pada tahun ini mencapai 16,7%.

OJK berharap pertumbuhan kredit perbankan pada kwartal II dan kwartal III akan lebih baik dibandingkan dengan kwartal pertama meskipun sangat bergantung pada kondisi Ekonomi, selain itu belanja Pemerintah dan belanja swasta serta konsumsi diharapkan dapat lebih maksimal sehingga dapat mendorong laju kredit, meskipun mengalami perlambatan namun OJK belum akan merevisi target pertumbuhan perbankan pada tahun 2015 sebesar 16,4%.

Selain ke sektor perbankan perlambatan pertumbuhan Ekonomi juga berimbas ke sektor transportasi, sepanjang Januari hingga Maret 2015 sektor transportasi Nasional masih terimbas fluktuasi harga bahan bakar minyak, kecelakaan pesawat Air Asia pada akhir tahun lalu dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pada transportasi laut mencatat penurunan baik dari sisi jumlah penumpang maupun sisi jumlah barang yang diangkut, tercatat tiga juta penumpang menggunakan transportasi kapal atau turun sebanyak 1,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Demikian semoga bermanfaat

*Dari berbagai sumber
Read more

Kamis, 02 April 2015

Wanita Tiang Negara

tiang negara
Ilustrasi wanita
Selamat pagi sahabat blogger semuanya, kali ini saya ingin berbagi tentang seorang wanita.

Wanita menurut Islam adalah tiang negara . Walaupun peranannya tidak kelihatan, tapi ikut menentukan karena fungsinya sebagai tiang. 

Wanita juga sebagai pendamping suami sangat besar peranannya karena dapat mewarnai tingkah laku suaminya. Seorang suami yang jujur, polos, lugu, suatu saat bisa jadi koruptor ulung bila didorong-dorong oleh istrinya. Meski berperan di belakang layar, wanita bisa berbahaya. Tapi wanita juga bisa memberikan sugesti yang positif kepada suaminya.

Kini pembangunan memang telah mengubah gaya hidup dan intelektual wanita kita. Kita pikir wajar saja karena pembangunan akan membawa perubahan nilai. Dan ini lazim dapat kita jumpai dimana-mana. Cuma sejauh ini barangkali kita masih harus bercermin kepada Jepang atau Jerman, kenapa ? karena betapa majunya mereka menguasai teknologi, tapi tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Jepang atau jerman. Kita ini sering mengambil kulit dan mencampakan isinya. Padahal isi itulah yang lebih penting. Modern saja kita masih belum, tapi mental dan sikap kita sudah kebarat-baratan.

Akan halnya dengan wanita yang tak mau hamil karena karier, itu salah besar, karena mengingkari kodratnya sebagai wanita. Ketahuilah bahwa pahala yang paling besar bagi seorang wanita adalah karena mereka berbakti kepada suaminya. 

Dalam suatu riwayat Nabi diceritakan, ketika serombongan wanita memprotes menghadap Nabi Muhammad SAW, mereka merasa dianaktirikan oleh Islam. Kenapa untuk shalat,haji dan zakat laki-laki dan wanita hak dan kewajibannya sama, tetapi kenapa wanita tidak diwajibkan berangkat ke medan perang supaya mendapatkan pahala yang besar seperti laki-laki ? Sambil tersenyum Nabi menjawab, “Jihad kaum wanita adalah jihad dalam rumah tangga, yakni berbakti kepada suaminya. 

Pahala orang yang berjihad sama besarnya dengan orang yang berbakti mempersiapkan suaminya berangkat ke medan perang.” Dengan kata lain, walau wanita tidak berkarier atau bekerja, mereka akan tetap mendapat pahala seperti suaminya yang bekerja.

Demikian semoga bermanfaat.
Read more

Kamis, 04 Desember 2014

Tauhid, Pohon Kehidupan Manusia

Secara etimologis, tauhid berarti keesaan. Tauhid memiliki makna mengesakan Allah SWT.  Dalam surah Ibrahim ayat 24-25, tauhid digambarkan seperti sebuah pohon.  

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimna Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” 

Dari ayat di atas, dapat ditafsirkan pohon sebagai manusia. Akar yang merupakan sumber dari hidupnya pohon menggambarkan tauhid atau keyakinannya terhadap Sang Pencipta. Akar yang menjadikan sebuah pohon menjulang ke atas dengan kokohnya. Sehingga tumbuhlah batang, ranting, daun dan buah. Apabila akarnya tumbuh dengan baik, tentu akan menghasilkan dahan, ranting, daun hingga buah yang baik. Begitu juga sebaliknya. 


Seperti yang telah digambarkan, akar yang baik akan menghasilkan tumbuhan yang baik. Begitu juga dengan tauhid. Seseorang mengesakan Allah dengn baik akan menjadi pribadi yang baik. Berwibawa, bijaksana, saleh dan yang lainnya.  


Hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhannya dipastikan hubungannya dengan sesama mahkluk Tuhan akan baik pula. Pun sebaliknya. Akidah seseorang yang lemah imannya akan berdampak pada perilakunya terhadap sesama mahkluk Tuhan. Oleh karena itu, sangatlah penting mempertahankan akidah dalam diri.


“Maka hadapkanlah wajahmu dengn lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahana pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS ar-Rum: 30)


Kalimat tauhid “La ilaha illallah” diibaratkan tiket masuk surga Allah. Setiap orang yang meninggal dalam keadaan mempertahankan akidahnya, bisa langsung mendapat tiket masuk surga Allah secara cuma-cuma. 


Namun, mendapatkan tiket surga bukan berarti bisa langsung masuk surga Allah. Jika memiliki amal yang terdapat dalam kitab Allah lebih berat dari dosa, maka bisa langsung masuk surga Allah. Bila sebaliknya, maka sebelum masuk surga, harus menikmati neraka Allah sebelum masuk surga. 


“Orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata … sungguh, orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat mahkluk.” (QS al-Bayyinah: 1 dan 6)


Dari sini kita memahami pinsip tauhid yang berangkat dari cara mempertahankan akidah yang diyakini. Seseorang akan selamat dari api neraka ketika memiliki akidah yang kuat dan menjadikan dirinya hamba Allah. Hamba yang senantiasa melakukan segala hal hanya karena mengharap ridha Allah. 

sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/benteng-akidah/14/08/22/nap5ep-tauhid-pohon-kehidupan-manusia
Read more

Minggu, 17 Agustus 2014

Dirgahayu ke-69 Indonesia-Ku

INI ADALAH CONTOH GAMBAR SLIDE SHOW



Read more

Sabtu, 16 Agustus 2014

22 Tahun Purna Tugas PASKIBRAKA 1992

“Putih-putih pakaiannya
Macam-macam atributnya
Peci hitam di kepalanya
Teratai putih di dadanya”

Itulah sepenggal lirik lagu kebanggaan kami Anggota PASKIBRAKA

Memang setiap Upacara detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia tidak akan terlepas dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

Bahkan setiap upacara tersebut selalu puncaknya tertuju kepada kelompok Pengibar Bendera ini (bukan sombong), betapa tidak…karena apabila kelompok ini melakukan kesalahan sedikit saja, terlebih lagi gagal dalam melaksanakan tugasnya biasanya mereka selalu menjadi bahan pembicaraan, baik masih di dalam rangkaian upacara itu sendiri ataupun sesudah upacara itu selesai.

Yaa…mungkin itulah salah satu yang menjadikan kebanggaan bagi kami menjadi anggota PASKIBRAKA.

Kebanggaan yang lain ketika kita menjadi anggota PASKIBRAKA adalah :

Pertama dari literatur yang pernah penulis baca sampai saat ini (koreksi kalau salah) hanya di Negara Republik Indonesia yang setiap memperingati hari kemerdekaannya Pengibaran Bendera diserahkan kepada Pemuda/Pelajar yang tergabung dalam kelompok PASKIBRAKA.

Kedua kami Anggota PASKIBRAKA adalah orang-orang terpilih mewakili sekian juta penduduk Indonesia yang diserahi tugas untuk mengibarkan Bendera pada setiap Upacara detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus dan menurunkannya kembali pada sore harinya, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Masih banyak lagi kebanggaan-kebanggan lain menjadi anggota PASKIBRAKA yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu.

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 tanggal 17 Agusutus 2014 besok, penulis yang merupakan salah satu anggota PASKIBRAKA  tahun 1992 (sekarang tergabung di anggota Purna Paskibraka Indonesia) beserta seluruh rekan-rekan yang lain setelah Purna Tugas 22 tahun yang lalu memberikan semangat kepada adik-adik kami PASKIBRAKA 2014 untuk menunaikan tugas yang mulia esok hari.

Selamat berjuang PASKIBRAKA 2014……..!!!

“Salam PASKIBRAKA”
Read more

Selasa, 22 Juli 2014

Persiapkan Bekal untuk 'Mudik' Menghadap Allah

coretan murid
Qur'an
Tak terasa kita sudah mau sampai di ujung jalan bulan Ramadan, jalan yang di mana kita banyak belajar. 

Perjalanan yang di dalamnya begitu banyak hikmah dan juga jalan yang sangat diberkahi Allah.



Di ujung Ramadan ini, kota-kota besar mulai akan ditinggal oleh warganya yang hendak pulang kampung, pulang ke kampung halaman adalah moment yang sangat dirindukan tiap tahunnya.


Ini menjadi salah satu bagian dari budaya kita, demi terwujudnya silaturahmi yang memang harus tetap dijalankan. Karena dengan mudik ke kampung halaman kita bisa bernostalgia dengan saudara-saudara kita dulu di kampung dan juga bisa berjumpa dengan orang tua kita.

Itulah salah satu keindahan di agama kita yang di mana kita harus saling menghormati, yang muda mengunjungi orang yang lebih tua.

Islam juga mengajarkan adab dan akhlak yang tinggi, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda ,menjaga keharmonisan keluarga dan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan.

Makannya kita diajarkan untuk selalu silaturahmi, karena seperti yang kita ketahui silaturahmi itu selain untuk menjaga hubungan keluarga juga memiliki banyak keutamaan.

Namun, makna mudik ini malah bisa mengganggu ibadah kita, terkadang saat mudik diperjalanan membuat orang-orang malah banyak yang tidak berpuasa dengan alasan perjalanan yang melelahkan, bahkan kadang sholat pun tidak kita perhatikan, padahal kita tahu bagaimana tata cara ibadah saat musafir.

Belum lagi Euporia mudik ini membuat kita terlalu berlebih-lebihan, uang tabungan yang dikumpulkan selama setahun bisa habis begitu saja, apa aja kita beli bahkan kadang peristiwa tahunan ini banyak yang menjadikannya ajang pamer kepada orang-orang yang ada di kampung.

Seharusnya kita harus biasa saja, karena hal yang berlebih-lebihan itu tidaklah baik. Janganlah berlebih-lebihan bahkan saat diperjalanan banyak memperlihatkan kekayaannya, perhiasan yang biasa disimpanpun dipakai. Padahal itu akan memberi kesempatan pada orang-orang yang akan berbuat jahat seperti pencopetan dengan berbagai modusnya.

Menjelang lebaran ini apa saja bisa mereka lakukan, apa lagi masa-masa ini sangat rentan walaupun alasan mereka klasik yaitu tuntutan kebutuhan keluarga.
Nah, alangkah lebih baik dalam menghadapi penghujung bulan yang mulia ini kita bersikap lebih sederhana.

Karena secara tidak sadar kita akan berpisah dengan Ramadan ini, sudah seberapa kah kita berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu, sudah seberapa banyak kah amalan-amalan ibadah yang kita lakukan.

Marilah kita mudik dengan bekal yang cukup tidak usah berlebihan, karena kita akan mengalami Mudik yang sebenarnya yaitu "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kita kembali.

Sesungguhnya bekal yang harus kita persiapkan adalah saat kita mudik untuk menghadap-Nya.
Bekal apa yang kita akan bawa? Sudah cukupkah atau siapkah jika sewaktu-waktu kita diminta untuk menghadap-Nya.

Semoga dengan kita mengetahui arti tujuan hidup kita, kita bisa mempersiapkannya secara seimbang, silaturahmi tetap jalan ibadahpun takkan pernah kurang.

Sumber : 
http://oto.detik.com/read/2014/07/22/073845/2644074/626/persiapkan-bekal-untuk-mudik-menghadap-allah













Read more

Minggu, 20 Juli 2014

Jasad dan Ruh Al-Qur'an

Alquran itu terdiri dari jasad dan ruh. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya, “Lahu dzahrun wabathnun” (baginya (Alquran) mempunyai jasmani (zahir) dan ruhani (batin).” (Syarhussunnah)

Dalam kitab Fadhailul Amal, disebutkan sebagian ulama berpendapat yang dimaksud dengan jasad Alquran adalah merujuk pada kalimat-kalimat dalam Alquran yang dapat dibaca dengan baik oleh setiap orang. 

Sedangkan, batin (ruh) Alquran merujuk pada maksud-maksudnya, baik yang tersurat maupun tersirat, yang pemahamannya berbeda sesuai dengan kemampuan pembacanya.

Di antara hikmah adanya jasad dan ruh Alquran ini untuk menunjukkan kepada kita bahwa Alquran bukan sekadar kitab bacaan semata, melainkan merupakan kitab pedoman hidup yang harus dijadikan rujukan dalam bersikap dan beramal yang bisa diawali dengan membaca dan memahaminya.

Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan Alquran dengan menggunakan bahasa Arab, bukan hanya karena Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai orang Arab. Lebih daripada itu, bahasa Arab adalah bahasa yang mudah dipelajari dan dipahami setiap orang dari berbagai suku dan bangsa.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alquran dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya.” (QS Yusuf [12]: 2). 

Selain itu, Allah SWT menjadikan Alquran sebagai sesuatu yang mudah dibaca, mudah untuk dipahami, dan mudah untuk dipelajari sehingga dapat memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkannya. 

Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS al-Qomar (54): 17)

Ketika kita mampu menyatukan jasad dan ruh Alquran, akan menjadikan kita mendapatkan ilmu yang luas dan mendalam.

Ibnu Masud berkata, “Jika kamu ingin memperoleh ilmu, hendaklah kamu memikirkan dan merenungkan makna-makna Alquran karena di dalamnya mengandung ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang sesudahnya.''

Ketika kita mampu menyatukan jasad dan ruh Alquran, kitab suci itu akan hidup dalam diri kita yang tergambar dari akhlak-akhlak keseharian kita. Inilah yang dibuktikan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai sosok Alquran yang berjalan.
Hal ini ini dinyatakan oleh Aisyah RA ketika ia ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW. Beliau menjawab, “Budi pekerti Nabi SAW adalah Alquran.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

Sebagai seorang Muslim sudah selayaknya kita berupaya menghidupkan jasad dan ruh dari Alquran agar tidak hanya sebagai bacaan semata, lebih daripada itu dapat menjadi petunjuk bagi kita dalam mengarungi kehidupan dunia ini.

Kini, kita berada pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini Rasulullah SAW selalu menghidupkannya dengan menyatukan jasad dan ruh Alquran.

Dalam hadis riwayat Bukhari dinyatakan Rasulullah SAW memperbanyak membaca Alquran al-Karim pada Ramadhan dan Malaikat Jibril datang kepada beliau untuk membacakan Alquran.


Untuk itu, mari kita upayakan untuk selalu membaca Alquran dengan sebaik-baiknya dan kita pahami maksudnya.Lalu, berupaya untuk mengamalkannya sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW sehingga jasad dan ruh Alquran dapat kita amalkan dalam keseharian. Wallaahualam.


Sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/07/16/n8shmy-jasad-dan-ruh-alquran
Read more

Kamis, 05 Juni 2014

Malu Berdoa dan Sudut Pandang yang Berbeda

coretan murid
Berdoa
Bismillahirrahmanirrahim, 

Permasalahan sudut pandang menjadi menarik jika kita lihat dari sudut yang berbeda apalagi bertolak belakang. Banyak hal dalam keseharian yang menjadikan orang-orang berseteru hanya karena melihat dari sudut yang bersebrangan.

Padahal, ilustrasi sebuah objek mestilah bisa dilihat dari berbagai sudut. Karenanya, jika kita berusaha keras melihat dari sudut yang sama boleh jadi gambarnya atau pemandangannya dalam kata lain visinya akan sama juga. 

Saya mendapatkan broadcast yang menarik perihal sudut pandang ini, coba kita simak diantaranya:

Pasal 1: Bos selalu benar! Pasal 2: Jika bos melakukan kesalahan, baca pasal 1!.

Bila bos tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten. Bila staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala. 

Bila bos berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel. Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan. 

Bila bos menyatakan, "mudah" itu berarti beliau optimistis. Bila staf menyatakan, "mudah" itu berarti dia meremehkan masalah. 

Bila bos membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris. Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia frustasi. 

Hehe…. Tulisan di atas memang guyonan yang nyerempet-nyerempetlah. Sebuah aktivitas yang sama dengan dua sudut pandang yang berbeda. Tapi begini, yang saya ingin sharing di sini, ada satu peristiwa ketika seorang teman yang curhat kepada saya tentang kesulitan-kesulitannya.

Lalu saya bilang, mohonlah pada Allah SWT, karena hanya Allah yang dapat menolong kita semua. Lah dia malah bilang, “Saya malu minta sama Allah.”
“Naudzubillah,” ucap saya. “Kenapa?” 

Dia jawab, “Saya gak pernah mau shalat, puasa. Maksiat jalan terus, sementara Allah beri terus saya kemudahan. Ketika sulit seperti ini bagaimana saya bisa minta sama Allah?” begitu katanya. 

Inilah prasangka yang tidak diiringi dengan ilmu. Ia hanya akan menjadi kendaraan setan. Lalu saya menambahkan padanya bahwa dengan kondisi tidak shalat, tidak melakukan hal-hal yang wajib saja Allah masih memberikan bukan hanya apa yang dibutuhkan untuk hidup tapi lebih jauh lagi yang diinginkan untuk hidup, terutama waktu. 

Bayangkan jika Allah menghentikan waktu kepada mereka-mereka yang bermaksiat semua. Tapi bukan seperti itu skenarionya. Ini ujian. Allah dengan Maha Rahman masih memberikan waktu untuk menunggu kita semua bertobat kepada-Nya.

Doa adalah bagian dari ibadah. Kita pasti membutuhkan Allah dalam segala hal karena manusia adalah makhluk yang tidak berdaya upaya tanpa Allah. Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah. Allahlah Dzat Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS al-Fathir: 15). 

Nabi SAW mengajarkan kepada kita, “Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah pun akan murka kepadanya.” (HR at-Tirmidzi). Allah SWT akan murka kepada orang yang tidak terbiasa berdoa kepada-Nya. Karena itu, hendaknya kedua tangan kita selalu terangkat untuk berdoa kepada-Nya. Rasulullah SAW juga pernah mengatakan, “Doa adalah ibadah.” (QS at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Kembali pada perbincangan, teman saya berkata, “Kenapa kamu bisa begitu yakin?” 
Lalu saya jawab, “Bacalah!” sambil saya sodorkan Alquran ke hadapannya. Saya hanya menyampaikan apa yang saya baca dari sini. Lalu saya buka lembarannya dan membaca ayat, “Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku, maka (katakanlah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila memohon kepada-Ku. Karena itu, hendaknya mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah: 186).

Lalu dia termenung menatap Alquran dengan mata kosong dan pikiran yang melayang entah kemana. Entah apa yang melintas di benaknya. Saya memilih mendiamkan kondisi tersebut sejenak. 

Perlahan pikirannya hinggap kembali, lalu perlahan matanya mulai berkaca-kaca, dengan bibir yang agak bergetar dia berkata, “Saya terlahir sebagai Muslim, tapi baru hari ini saya merasa seakan Allah berbicara pada saya lewat Alquran”. 
“Tidak,” jawab saya. “Allah menyapamu setiap saat, tapi baru saat ini kamu mau mendengarnya.”

Sore itu menjadi salah satu sore yang indah di Katumiri. Setelah shalat berjamaah, di akhir pertemuan saya menambahkan sebuah hadis untuknya. “Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya Dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong tak mendapatkan apa-apa.” (HR at-Tirmidzi). 

Ayo sama-sama membenahi prasangka dan sudut pandang kita manusia sebagai makhluk terhadap Allah Sang Khalik. Jangan sampai salah pandangan, apalagi sampai su’udzan. Naudzubillah. Mari berdoa. 

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi Allah adalah yang mengamalkannya.

sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/celoteh-kang-erick/14/05/01/n4vaji-malu-berdoa-dan-sudut-pandang-yang-berbeda
Read more

Sabtu, 17 Mei 2014

Kenali Gejala Stroke Sebelum Terlambat

gejala stroke obat cara
Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik. 

Seseorang yang mengalami serangan stroke harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mencegah berlanjutnya kerusakan di otak dan kemungkinan untuk pulih menjadi normal.

Masa golden period adalah tiga jam setelah stroke mulai menyerang. Karena pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindar dari stroke, bila langsung ditangani dengan benar. Hal ini dapat menolong penderita untuk mengalami stroke yang lebih berat.


Bagaimana mengetahui gejalanya?


Keterlambatan dalam penanganan stroke dapat meningkatkan resiko kecacatan dan bahkan kematian. Waktu merupakan hal yang sangat penting sehingga semua orang harus mengetahui gejalanya dan bertindak cepat. Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:


F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.


A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?


S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?


T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi. 


Kenali juga gejala stroke lainnya seperti: 

  • Pingsan 
  • Kehilangan kesadaran 
  • Kelumpuhan tiba-tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh 
  • Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata 
  • Kesulitan berjalan 
  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan 


sumber : 
https://www.klikdokter.com/healthnewstopics/health-topics/kenali-gejala-stroke-sebelum-terlambat/bagaimana-mengetahui-gejalanya/1

Read more

Selasa, 06 Mei 2014

9 Ciri Seseorang Sedang Berbohong

Tentu tidak seorangpun mau dibohongi. Untuk mengetahui apakah lawan bicara berbohong, psikolog dan pembawa acara, Dr Philip Calvin McGraw atau yang dikenal dengan Dr Phil mengungkapkan ciri-ciri pembohong seperti dikutip Drphil, Senin (5/5/2014).

1.Terlalu banyak atau terlalu sedikit kontak mata.
Pembohong cenderung menghindari melihat mata lawan bicaranya. Manatap terus menerus ke bawah juga menandakan ia sedang bekerja keras berbohong. 

2. Tidak fokus pada pertanyaan. 
Ketika lawan bicara sedang berusaha untuk menghindari mengatakan yang sebenarnya, mereka sering memilih satu topik dan justru bicara tentang masalah yang bukan menjadi fokus pembicaraan utama. 

3. Gelisah.
Apakah orang yang Anda ajak bicara sangat gelisah? Bisa jadi dia sedang berbohong. 

4. Sering menyentuh hidung.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang berbohong, ia cenderung akan menyentuh pangkal hidungnya. 

5. Mulut mengerucut.
Ketika orang berbohong, ia tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup sehingga cenderung bernapas melalui mulut bukan hidung. 

6. Ragu-ragu. 
Saat bicara pembohong cenderung memiliki teknik bicara aneh. Mungkin untuk menunjukkan bahwa ia benar. 

7. Mengulur waktu. 
Selain sering melihat ke atas atau ke bawah, pembohong sering mengulur-ulur waktu. 

8. Menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Pembohong lebih sering membela diri dan menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan. 

9. Lihat bahasa tubuhnya. 
Bahasa tubuh lainnya yang menandakan lawan bicara berbohong seperti berkedip berlebihan, pergerakan pupil mata, perubahan nada suara, kurang tersenyum, dan mengangkat bahu. 

sumber : 
http://health.liputan6.com/read/2045535/9-ciri-seseorang-sedang-berbohong



Read more

Selasa, 29 April 2014

Pembagian Harta Waris dalam Islam



Assalamu’alaikum Wr. Wb

Harta warisaan, merupakan harta yang diberikan dari orang yang telah meninggal kepada orang-orang terdekatnya seperti keluarga dan kerabat-kerabatnya.

Pembagian harta waris dalam islam telah begitu jelas diatur dalam al qur an, yaitu pada surat An Nisa. Allah dengan segala rahmat-Nya, telah memberikan pedoman dalam mengarahkan manusia dalam hal pembagian harta warisan. Pembagian harta ini pun bertujuan agar di antara manusia yang ditinggalkan tidak terjadi perselisihan dalam membagikan harta waris.

Harta waris dibagikan jika memang orang yang meninggal meninggalkan harta yang berguna bagi orang lain. Namun, sebelum harta waris itu diberikan kepada ahli waris, ada tiga hal yang terlebih dahulu mesti dikeluarkan, yaitu peninggalan dari mayit:

1. Segala biaya yang berkaitan dengan proses pemakaman jenasa;

2. Wasiat dari orang yang meninggal; dan

3. Hutang piutang sang mayit.

Ketika tiga hal di atas telah terpenuhi barulah pembagian harta waris diberikan kepada keluarga dan juga para kerabat yang berhak.

Adapun besar kecilnya bagian yang diterima bagi masing-masing ahli waris dapat dijabarkan sebagai berikut:

Pembagian harta waris dalam islam telah ditentukan dalam al-qur'an surat an nisa secara gamblang dan dapat kita simpulkan bahwa ada 6 tipe persentase pembagian harta waris, ada pihak yang mendapatkan setengah (1/2), seperempat (1/4), seperdelapan (1/8), dua per tiga (2/3), sepertiga (1/3), dan seperenam (1/6), mari kita bahas satu per satu

Pembagian harta waris bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris separoh (1/2):

1. Seorang suami yang ditinggalkan oleh istri dengan syarat ia tidak memiliki keturunan anak laki-laki maupun perempuan, walaupun keturunan tersebut tidak berasal dari suaminya kini (anak tiri).

2. Seorang anak kandung perempuan dengan 2 syarat: pewaris tidak memiliki anak laki-laki, dan anak tersebut merupakan anak tunggal.

3. Cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki dengan 3 syarat: apabila cucu tersebut tidak memiliki anak laki-laki, dia merupakan cucu tunggal, dan Apabila pewaris tidak lagi mempunyai anak perempuan ataupun anak laki-laki.

4. Saudara kandung perempuan dengan syarat: ia hanya seorang diri (tidak memiliki saudara lain) baik perempuan maupun laki-laki, dan pewaris tidak memiliki ayah atau kakek ataupun keturunan baik laki-laki maupun perempuan.

5. Saudara perempuan se-ayah dengan syarat: Apabila ia tidak mempunyai saudara (hanya seorang diri), pewaris tidak memiliki saudara kandung baik perempuan maupun laki-laki dan pewaris tidak memiliki ayah atau kakek dan keturunan.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris seperempat (1/4):

yaitu seorang suami yang ditinggal oleh istrinya dan begitu pula sebaliknya :

1. Seorang suami yang ditinggalkan dengan syarat, istri memiliki anak atau cucu dari keturunan laki-lakinya, tidak peduli apakah cucu tersebut dari darah dagingnya atau bukan.

2. Seorang istri yang ditinggalkan dengan syarat, suami tidak memiliki anak atau cucu, tidak peduli apakah anak tersebut merupakan anak kandung dari istri tersebut atau bukan.

Pembagian harta waris bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris seperdelapan (1/8): yaitu istri yang ditinggalkan oleh suaminya yang memiliki anak atau cucu, baik anak tersebut berasal dari rahimnya atau bukan.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris duapertiga (2/3):

1. Dua orang anak kandung perempuan atau lebih, dimana dia tidak memiliki saudara laki-laki (anak laki-laki dari pewaris).

2. Dua orang cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki dengan syarat pewaris tidak memiliki anak kandung, dan dua cucu tersebut tidak mempunyai saudara laki-laki

3. Dua saudara kandung perempuan (atau lebih) dengan syarat pewaris tidak memiliki anak, baik laki-laki maupun perempuan, pewaris juga tidak memiliki ayah atau kakek, dan dua saudara perempuan tersebut tidak memiliki saudara laki-laki.

4. Dua saudara perempuan seayah (atau lebih) dengan syarat pewaris tidak mempunyai anak, ayah, atau kakek. ahli waris yang dimaksud tidak memiliki saudara laki-laki se-ayah. Dan pewaris tidak memiliki saudara kandung.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris sepertiga (1/3):

1. Seorang ibu dengan syarat, Pewaris tidak mempunyai anak atau cucu laki-laki dari keturunan anak laki-laki. Pewaris tidak memiliki dua atau lebih saudara (kandung atau bukan)

2. Saudara laki-laki dan saudara perempuan seibu, dua orang atau lebih dengan syarat pewaris tidak memiliki anak, ayah atau kakek dan jumlah saudara seibu tersebut dua orang atau lebih.

Hak Waris Bagi Perempuan

Mengenai Pembagian harta waris menurut para ulama sejak dari zaman dahulu sampai sekarang menyatakan bahwa tidak ada aturan pembagian harta warisan yang dapat menjamin keadilan kecuali aturan pembagian warisan yang diatur oleh syariat islam

Orang-orang yang hidup pada zaman jahiliyah tidak memberi hak waris kepada wanita dan anak-anak, dengan alasan karena keduanya tidak ikut angkat senjata dalam sebuah peperangan. Adapun pada zaman sekarang ini, orang-orang membagi harta warisan dengan mengikuti kehendak manusia.

Pada zaman sekarang banyak yang memberikan harta waris kepada seorang saja tanpa membagikannya kepada pasangan maupun anaknya. Ada pula seseorang yang mewasiatkan hanya kepada salah seorang anaknya saja dan membiarkan begitu saja anak-anaknya yang lain dalam keadaan merana.

Selain itu, ada juga orang yang membagikan harta warisannya hanya kepada binatang kesayangannya dan membiarkan para ahli warisnya hidup dalam kesusahan.

Hanya aturan waris dalam islamlah yang sanggup menjamin hak seluruh ahli waris, menjaga kehormatan dan sesuai dengan hati nurani manusia.

Hak Waris Bagi Perempuan

Adapun masalah berkenaan dengan pembagian harta waris bagi perempuan yang hanya mendapat setengah dari bagian laki-laki, di dalamnya terdapat hikmah yang mendalam. Salah satunya ialah kenyataan bahwa lelakilah yang oleh syariat dibebankan tanggung jawab untuk memberi nafkah keluarga dan membebaskan perempuan dari kewajiban tersebut, meskipun perempuan boleh saja ikut mencari nafkah.

Kaum lelaki juga diwajibkan oleh agama islam untuk mengeluarkan mas kawin untuk diberikan kepada istrinya sebagai jaminan cinta kasih sayangnya ketika keduanya menikah, sedangkan perempuan tidak dibebani apa-apa

Oleh sebab itu, maka sudah tepat dan adil jika dalam pembagian warisan, laki-laki mendapatkan bagian yang melebihi bagian perempuan. Karena jika tidak demikian, maka hal itu justru akan menzalimi kaum laki-laki. Meskipun waris bagi perempuan lebih sedikit, sebenarnya akan tertutupi dengan maskawin dan nafkah yang menjadi haknya dari seorang suami.

Perlu juga diketahui bahwa dalam pembagian waris bagi perempuan tidak selalu mendapat bagian yang lebih kecil dari bagian waris lak-laki. Ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan pembagian warisan bagi perempuan sama besarnya dengan bagian waris laki-laki.

Contohnya adalah jika seseorang yang wafat meninggalkan ayah, seorang ibu, dan anak, maka pembagiannya mengikuti firman Allah swt yang berbunyi,

“Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masingnya seperenam dar harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak…” (QS. An-Nisa`:11)

Bahkan dalam kondisi tertentu, bagian waris perempuan bisa lebih banyak dibandingkan dengan waris laki-laki. Seperti seorang perempuan anak tunggal yang ditinggal mati oleh ayahnya, memiliki setengah dari harta waris ayahnya, atau dua orang anak perempuan yang ditinggal mati oleh ayahnya, berhak mewarisi duapertiga dari harta ayahnya, jika mereka tidak memiliki saudara laki-laki. Jika pun si mayit memiliki seorang ayah, maka ayahnya hanya berhak mewarisi seperenam dari harta si mayit. Aturan in termaktub dalam firman Allah swt yang berbunyi,

“… Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka duapertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan…” (QS An-Nisa`:11)

Islam telah mengatur hak waris dengan sedemikian rupa dengan memperhatikan keadilan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan dengan permasalahan yang akan di hadapi tidak peduli pada zaman apapun. Hal ini guna menjamin keadilan dan keharmonisan dalam sebuah keluarga sehingga tidak terjadi perselisihan, seperti yang kerap terjadi sekarang ini.

sumber : 
http://www.islamnyamuslim.com/2012/12/pembagian-harta-waris-dalam-islam.html
Read more