Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Hukum Dagang Dalam Islam

coretan murid
Hukum Dagang
Assalamualaikum senang sekali kita berjumpa lagi sahabat blogger, berdagang merupakan salah satu usaha mencari rezeki, dan perdagangan merupakan salah satu bukti bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian karena pada hakikatnya Allah SWT menciptakan manusia dengan satu sifat untuk saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Lantas dari kebutuhan itulah manusia melakukan pertukaran perdagangan atau semua yang kiranya bermanfaat dengan cara jual beli sehingga hidup manusia akan berjalan produktif, akan tetapi perdagangan yang dianggap sah dan halal adalah perdagangan yang sesuai dengan syariat Islam, ajaran Islam tertuang dengan jelas dalam firman Allah SWT dalam surat annisa ayat 29 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

Dalam ayat tersebut Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang dengan cara-cara yang baik yaitu dengan cara suka sama suka diantara penjual dan pembeli mengenai barang dagangannya. Allah SWT memberikan perumpamaan perdagangan yang buruk dengan sesuatu yang sama buruknya dengan pembunuhan diri sendiri.

Dalam Islam kegiatan perdagangan itu haruslah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan secara syariah, ketentuan perdagangan yang telah ditetapkan oleh agama apabila dijalankan sesuai dengan hukumnya akan menjadikan nilai sebagai ibadah dan Insya Allah akan mendapatkan pahala, dengan demikian kita yang melaksanakan perniagaan dengan cara berdagang tidak hanya mendapatkan keuntungan secara ekonomi saja.

Adapun rukun dagang dalam Islam ada 3 yaitu : 

1. Adanya dua pihak yang membuat akad penjual dan pembeli.

2. Objek yang berkaitan dengan barang dan harga.

3. Ijab qobul antara pemilik barang dan pembeli.

Ketiga rukun dagang tersebut dijabarkan lagi dalam beberapa point yang menjadi syarat utama sah atau tidaknya sebuah perdagangan yaitu :
  • Pedagang dan pembeli haruslah berakal waras atau tidak sakit jiwa, artinya apabila suatu perdagangan dijalankan oleh orang yang tidak berakal waras maka perdagangannya menjadi tidak sah.
  • Pedagang dan pembeli haruslah sudah baligh, jual beli anak kecil yang belum baligh hukumnya tidak sah akan tetapi jika anak tersebut sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk diperbolehkan jual beri terhadap barang-barang yang murah seperti permen, kue, snack ataupun makanan kecil lainnya.
  • Berhak menggunakan hartanya, orang yang tidak berhak menngunakan harta milik orang tidak sah jual belinya, seperti firman Allah SWT dalam surat annisa ayat 5 yang artinya “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik”.
Islam menggariskan beberapa adab untuk diamalkan dalam berniaga, adab ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dan penipuan dalam perdagangan. Diantara adab-adab tersebut yaitu :
  • Bersikap amanah, artinya penjual dan pembeli bersikap jujur dan berterus terang, mengatakan yang sebenarnya tidak mencurangi dan mengatakan hal yang berlebih-lebihan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sebagai contoh penjual tidak boleh mencampur barang dagangan yang lama dengan barang yang baru lalu menjualnya dengan harga yang sama. Contoh kedua penjual mengatakan dengan sengaja modal yang bukan sebenarnya dengan tujuan untuk meraih pembeli. Demikian juga pembeli sebaiknya bersikap jujur apabila ada kelebihan uang pengembalian dari penjual atau jika diberi kebebasan oleh penjual untuk menimbang barang dagangan seorang diri.
  • Bersikap Ikhsan, artinya yaitu penjual dalam menjual barang dagangannya tidak hanya memikirkan keuntungan belaka namun juga mempertimbangkan aspek keberkahannya dalam berdagang.
  • kemudian adab yang harus dikedepankan oleh penjual dan pembeli adalah dituntut bermusyawarah dalam hal kebaikan apabila timbul masalah yang tidak disangka-sangka.
  • Adab selanjutnya adalah tekun, dalam aktivitas jual beli dalam rangka memperoleh berkah dari Allah SWT kita dituntut tekun dalam berusaha sungguh-sungguh agar usahanya berkembang.
Penjual diharamkan mempermainkan timbangan, memakan harta riba dengan melipatgandakan keuntungan, atau mengenakan bunga atas apa yang dijual, dalam suatu hadist shohih riwayat bukhori dan abu daud disebutkan Nabi berdo’a “dua orang yang bertransaksi jual beli itu punya hak memilih selama belum berpisah, bila keduanya jujur dan menerangkan apa adanya maka keduanya akan diberi barokah dalam jual belinya, tapi bila mereka berdusta, menyembunyikan atau cacat maka akan dihilangkan keberkahan jual beli atas keduanya”.

Semoga kita terhindar dari perkara-perkara haram yang tampak atau yang tidak tampak oleh kita, amin yaa robbal alamin.
Read more

Selasa, 05 Mei 2015

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia melemah

coretan murid
ilustrasi bisnis & ekonomi
Assalamualikum sahabat blogger semua, sesuai dengan prediksi banyak pihak pertumbuhan Ekonomi Indonesia kwartal I di bawah 5 %, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tiga bulan pertama tahun ini pertumbuhan Ekonomi hanya mencapai 4,71%, pertumbuhan Ekonomi Indonesia terus turun jika dibandingkan pertumbuhan Ekonomi kwartal I sejak tahun 2012 hingga 2015 mengalami penurunan yang cukup signifikan, pengamat Ekonomi mengatakan jika konsumsi swasta, belanja pemerintah, dan investasi tidak mampu didorong maka pertumbuhan Ekonomi pada kwartal II juga akan sulit.

Pasalnya ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan Ekonomi, menurut pengamat juga asumsi pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,7% dalam APBNP 2015 sulit tercapai bahkan diperkirakan hanya akan sebesar 5,3%.

Direktur Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengatakan Bank Indonesia akan mengambil langkah kebijakan yang tepat terkait dengan perlambatan Ekonomi pada kwartal pertama tahun ini yang diakui di bawah ekspektasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia mendorong Pemerintah untuk melakukan reformasi struktural dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi, selain itu perlu adanya kebijakan untuk mendorong daya saing dan peningkatan ekspor yang diharapkan dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan, dalam APBNP 2015 Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan Ekonomi sebesar 5.7%.

Dari pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang menurun tentu saja berimbas kepada berbagai sektor antara lain sektor perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan laba perbankan pada triwulan pertama tahun ini mengalami perlambatan hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit Bank yang hanya tumbuh sebesar 1% pada triwulan pertama.

Deputi pengawas Bank Otoritas Jasa Keungan (OJK) Irwan Lubis mengatakan pendapatan bunga dari penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis perbankan yang utama sehingga perlambatan pertumbuhan kredit mempengaruhi laba Bank. OJK mencatat pertumbuhan kredit pada kwartal pertama hanya sebesar 1% padahal target pertumbuhan kredit pada tahun ini mencapai 16,7%.

OJK berharap pertumbuhan kredit perbankan pada kwartal II dan kwartal III akan lebih baik dibandingkan dengan kwartal pertama meskipun sangat bergantung pada kondisi Ekonomi, selain itu belanja Pemerintah dan belanja swasta serta konsumsi diharapkan dapat lebih maksimal sehingga dapat mendorong laju kredit, meskipun mengalami perlambatan namun OJK belum akan merevisi target pertumbuhan perbankan pada tahun 2015 sebesar 16,4%.

Selain ke sektor perbankan perlambatan pertumbuhan Ekonomi juga berimbas ke sektor transportasi, sepanjang Januari hingga Maret 2015 sektor transportasi Nasional masih terimbas fluktuasi harga bahan bakar minyak, kecelakaan pesawat Air Asia pada akhir tahun lalu dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pada transportasi laut mencatat penurunan baik dari sisi jumlah penumpang maupun sisi jumlah barang yang diangkut, tercatat tiga juta penumpang menggunakan transportasi kapal atau turun sebanyak 1,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Demikian semoga bermanfaat

*Dari berbagai sumber
Read more

Kamis, 02 April 2015

Wanita Tiang Negara

tiang negara
Ilustrasi wanita
Selamat pagi sahabat blogger semuanya, kali ini saya ingin berbagi tentang seorang wanita.

Wanita menurut Islam adalah tiang negara . Walaupun peranannya tidak kelihatan, tapi ikut menentukan karena fungsinya sebagai tiang. 

Wanita juga sebagai pendamping suami sangat besar peranannya karena dapat mewarnai tingkah laku suaminya. Seorang suami yang jujur, polos, lugu, suatu saat bisa jadi koruptor ulung bila didorong-dorong oleh istrinya. Meski berperan di belakang layar, wanita bisa berbahaya. Tapi wanita juga bisa memberikan sugesti yang positif kepada suaminya.

Kini pembangunan memang telah mengubah gaya hidup dan intelektual wanita kita. Kita pikir wajar saja karena pembangunan akan membawa perubahan nilai. Dan ini lazim dapat kita jumpai dimana-mana. Cuma sejauh ini barangkali kita masih harus bercermin kepada Jepang atau Jerman, kenapa ? karena betapa majunya mereka menguasai teknologi, tapi tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Jepang atau jerman. Kita ini sering mengambil kulit dan mencampakan isinya. Padahal isi itulah yang lebih penting. Modern saja kita masih belum, tapi mental dan sikap kita sudah kebarat-baratan.

Akan halnya dengan wanita yang tak mau hamil karena karier, itu salah besar, karena mengingkari kodratnya sebagai wanita. Ketahuilah bahwa pahala yang paling besar bagi seorang wanita adalah karena mereka berbakti kepada suaminya. 

Dalam suatu riwayat Nabi diceritakan, ketika serombongan wanita memprotes menghadap Nabi Muhammad SAW, mereka merasa dianaktirikan oleh Islam. Kenapa untuk shalat,haji dan zakat laki-laki dan wanita hak dan kewajibannya sama, tetapi kenapa wanita tidak diwajibkan berangkat ke medan perang supaya mendapatkan pahala yang besar seperti laki-laki ? Sambil tersenyum Nabi menjawab, “Jihad kaum wanita adalah jihad dalam rumah tangga, yakni berbakti kepada suaminya. 

Pahala orang yang berjihad sama besarnya dengan orang yang berbakti mempersiapkan suaminya berangkat ke medan perang.” Dengan kata lain, walau wanita tidak berkarier atau bekerja, mereka akan tetap mendapat pahala seperti suaminya yang bekerja.

Demikian semoga bermanfaat.
Read more

Kamis, 04 Desember 2014

Tauhid, Pohon Kehidupan Manusia

Secara etimologis, tauhid berarti keesaan. Tauhid memiliki makna mengesakan Allah SWT.  Dalam surah Ibrahim ayat 24-25, tauhid digambarkan seperti sebuah pohon.  

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimna Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” 

Dari ayat di atas, dapat ditafsirkan pohon sebagai manusia. Akar yang merupakan sumber dari hidupnya pohon menggambarkan tauhid atau keyakinannya terhadap Sang Pencipta. Akar yang menjadikan sebuah pohon menjulang ke atas dengan kokohnya. Sehingga tumbuhlah batang, ranting, daun dan buah. Apabila akarnya tumbuh dengan baik, tentu akan menghasilkan dahan, ranting, daun hingga buah yang baik. Begitu juga sebaliknya. 


Seperti yang telah digambarkan, akar yang baik akan menghasilkan tumbuhan yang baik. Begitu juga dengan tauhid. Seseorang mengesakan Allah dengn baik akan menjadi pribadi yang baik. Berwibawa, bijaksana, saleh dan yang lainnya.  


Hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhannya dipastikan hubungannya dengan sesama mahkluk Tuhan akan baik pula. Pun sebaliknya. Akidah seseorang yang lemah imannya akan berdampak pada perilakunya terhadap sesama mahkluk Tuhan. Oleh karena itu, sangatlah penting mempertahankan akidah dalam diri.


“Maka hadapkanlah wajahmu dengn lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahana pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS ar-Rum: 30)


Kalimat tauhid “La ilaha illallah” diibaratkan tiket masuk surga Allah. Setiap orang yang meninggal dalam keadaan mempertahankan akidahnya, bisa langsung mendapat tiket masuk surga Allah secara cuma-cuma. 


Namun, mendapatkan tiket surga bukan berarti bisa langsung masuk surga Allah. Jika memiliki amal yang terdapat dalam kitab Allah lebih berat dari dosa, maka bisa langsung masuk surga Allah. Bila sebaliknya, maka sebelum masuk surga, harus menikmati neraka Allah sebelum masuk surga. 


“Orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata … sungguh, orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat mahkluk.” (QS al-Bayyinah: 1 dan 6)


Dari sini kita memahami pinsip tauhid yang berangkat dari cara mempertahankan akidah yang diyakini. Seseorang akan selamat dari api neraka ketika memiliki akidah yang kuat dan menjadikan dirinya hamba Allah. Hamba yang senantiasa melakukan segala hal hanya karena mengharap ridha Allah. 

sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/benteng-akidah/14/08/22/nap5ep-tauhid-pohon-kehidupan-manusia
Read more

Minggu, 17 Agustus 2014

Dirgahayu ke-69 Indonesia-Ku

INI ADALAH CONTOH GAMBAR SLIDE SHOW



Read more

Sabtu, 16 Agustus 2014

22 Tahun Purna Tugas PASKIBRAKA 1992

“Putih-putih pakaiannya
Macam-macam atributnya
Peci hitam di kepalanya
Teratai putih di dadanya”

Itulah sepenggal lirik lagu kebanggaan kami Anggota PASKIBRAKA

Memang setiap Upacara detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia tidak akan terlepas dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

Bahkan setiap upacara tersebut selalu puncaknya tertuju kepada kelompok Pengibar Bendera ini (bukan sombong), betapa tidak…karena apabila kelompok ini melakukan kesalahan sedikit saja, terlebih lagi gagal dalam melaksanakan tugasnya biasanya mereka selalu menjadi bahan pembicaraan, baik masih di dalam rangkaian upacara itu sendiri ataupun sesudah upacara itu selesai.

Yaa…mungkin itulah salah satu yang menjadikan kebanggaan bagi kami menjadi anggota PASKIBRAKA.

Kebanggaan yang lain ketika kita menjadi anggota PASKIBRAKA adalah :

Pertama dari literatur yang pernah penulis baca sampai saat ini (koreksi kalau salah) hanya di Negara Republik Indonesia yang setiap memperingati hari kemerdekaannya Pengibaran Bendera diserahkan kepada Pemuda/Pelajar yang tergabung dalam kelompok PASKIBRAKA.

Kedua kami Anggota PASKIBRAKA adalah orang-orang terpilih mewakili sekian juta penduduk Indonesia yang diserahi tugas untuk mengibarkan Bendera pada setiap Upacara detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus dan menurunkannya kembali pada sore harinya, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Masih banyak lagi kebanggaan-kebanggan lain menjadi anggota PASKIBRAKA yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu.

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 tanggal 17 Agusutus 2014 besok, penulis yang merupakan salah satu anggota PASKIBRAKA  tahun 1992 (sekarang tergabung di anggota Purna Paskibraka Indonesia) beserta seluruh rekan-rekan yang lain setelah Purna Tugas 22 tahun yang lalu memberikan semangat kepada adik-adik kami PASKIBRAKA 2014 untuk menunaikan tugas yang mulia esok hari.

Selamat berjuang PASKIBRAKA 2014……..!!!

“Salam PASKIBRAKA”
Read more

Selasa, 22 Juli 2014

Persiapkan Bekal untuk 'Mudik' Menghadap Allah

coretan murid
Qur'an
Tak terasa kita sudah mau sampai di ujung jalan bulan Ramadan, jalan yang di mana kita banyak belajar. 

Perjalanan yang di dalamnya begitu banyak hikmah dan juga jalan yang sangat diberkahi Allah.



Di ujung Ramadan ini, kota-kota besar mulai akan ditinggal oleh warganya yang hendak pulang kampung, pulang ke kampung halaman adalah moment yang sangat dirindukan tiap tahunnya.


Ini menjadi salah satu bagian dari budaya kita, demi terwujudnya silaturahmi yang memang harus tetap dijalankan. Karena dengan mudik ke kampung halaman kita bisa bernostalgia dengan saudara-saudara kita dulu di kampung dan juga bisa berjumpa dengan orang tua kita.

Itulah salah satu keindahan di agama kita yang di mana kita harus saling menghormati, yang muda mengunjungi orang yang lebih tua.

Islam juga mengajarkan adab dan akhlak yang tinggi, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda ,menjaga keharmonisan keluarga dan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan.

Makannya kita diajarkan untuk selalu silaturahmi, karena seperti yang kita ketahui silaturahmi itu selain untuk menjaga hubungan keluarga juga memiliki banyak keutamaan.

Namun, makna mudik ini malah bisa mengganggu ibadah kita, terkadang saat mudik diperjalanan membuat orang-orang malah banyak yang tidak berpuasa dengan alasan perjalanan yang melelahkan, bahkan kadang sholat pun tidak kita perhatikan, padahal kita tahu bagaimana tata cara ibadah saat musafir.

Belum lagi Euporia mudik ini membuat kita terlalu berlebih-lebihan, uang tabungan yang dikumpulkan selama setahun bisa habis begitu saja, apa aja kita beli bahkan kadang peristiwa tahunan ini banyak yang menjadikannya ajang pamer kepada orang-orang yang ada di kampung.

Seharusnya kita harus biasa saja, karena hal yang berlebih-lebihan itu tidaklah baik. Janganlah berlebih-lebihan bahkan saat diperjalanan banyak memperlihatkan kekayaannya, perhiasan yang biasa disimpanpun dipakai. Padahal itu akan memberi kesempatan pada orang-orang yang akan berbuat jahat seperti pencopetan dengan berbagai modusnya.

Menjelang lebaran ini apa saja bisa mereka lakukan, apa lagi masa-masa ini sangat rentan walaupun alasan mereka klasik yaitu tuntutan kebutuhan keluarga.
Nah, alangkah lebih baik dalam menghadapi penghujung bulan yang mulia ini kita bersikap lebih sederhana.

Karena secara tidak sadar kita akan berpisah dengan Ramadan ini, sudah seberapa kah kita berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu, sudah seberapa banyak kah amalan-amalan ibadah yang kita lakukan.

Marilah kita mudik dengan bekal yang cukup tidak usah berlebihan, karena kita akan mengalami Mudik yang sebenarnya yaitu "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kita kembali.

Sesungguhnya bekal yang harus kita persiapkan adalah saat kita mudik untuk menghadap-Nya.
Bekal apa yang kita akan bawa? Sudah cukupkah atau siapkah jika sewaktu-waktu kita diminta untuk menghadap-Nya.

Semoga dengan kita mengetahui arti tujuan hidup kita, kita bisa mempersiapkannya secara seimbang, silaturahmi tetap jalan ibadahpun takkan pernah kurang.

Sumber : 
http://oto.detik.com/read/2014/07/22/073845/2644074/626/persiapkan-bekal-untuk-mudik-menghadap-allah













Read more