Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Mengenang 40 Hari Wafatnya Ibunda Ida Faridha

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
إنا لله وإنا إليه راجعون 

Sesungguhnya kami adalah milik الله dan kepadaNya lah kami kembali

Empat puluh hari yang lalu, kami terakhir kalinya memandang Wajah yang tenang dan damai, melepaskan ia untuk selama-lamanya, menghadap kehadirat إلهي روبي.

سبحان الله, Maha Suci الله

Hari ini adalah, hari ke-40 Wafatnya Ibu/Ibu Mertua/N'nin kami tercinta, Almarhumah Ida Faridha Binti K.H. M.Zarqoni.

Bagaikan mata air yang tak pernah kering curahan kasih sayangnya kepada kami, kini menjadi pahatan indah terukir di dada bagi hidup kami, الله, الله أكبر  Maha Besar

Alangkah besarnya pengorbanan dan betapa banyak jasa-jasanya, tak ada yang ia bawa pergi hanya berbekal ibadah dan muamalah.

Ya الله, Ya رحمان, Ya الرحم, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ridhoilah segala amal ibadah Almarhumah.

Ya الله, Ya الغفور berilah maghfirah atas segala dosa Almarhumah dan berikanlah tempat yang layak di akhirat kelak.

Ya الله, Ya Tuhan kami, apabila Almarhumah kembali kehadiratmu, kembali  kehadapanmu, perkenankanlah engkau ampuni segala dosa dan kesalahannya, Engkau terima segala amal ibadahnya, engkau terima Iman Islamnya, engkau lapangkan dan terangkan kuburnya, engkau terima di tempat  yang layak disisi-Mu.

برحمتك يا أرحم الراحمين


 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Read more

Rabu, 10 Juli 2013

Mengenang 40 Hari Wafatnya H. Yusup Kosasih

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

Ya Allah, Ampunilah Dosa-dosanya, limpahkanlah rahmat kepadanya, hapuskanlah kesalahannya, muliakanlah tempatnya, lapangkanlah kuburnya, maafkanlah segala kekeliruannya, amiiin, ya robbal 'alamin.

Hari ini tepat 2 pekan setelah 40 Hari Wafatnya Suami/Bapak/Bapak Mertua/Apih kami tercinta Almarhum H. Yusup Kosasih Bin H. Tadjudin.

Telah sempurna umurnya untuk kembali kehadirat Allah SWT. Banyak kenangan, suri tauladan, kesetiaan & pengabdian pada Keluarga Besar dan kita semua, kami Ikhlas dan ridho Lillahita'ala dengan penuh rasa syukur kepada-Nya Amin ya Robbal alamin.

"Selamat jalan Apih beristirahatlah dengan tenang".

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Read more

Selasa, 14 Mei 2013

Entap Tjahja Eks Pebulutangkis Nasional Meninggal dunia


Entap Tjahja
 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم 

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ 

Entap Tjahja (65), mantan pemain bulutangkis Nasional, selasa (8/2) dini hari lalu, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah, Bandung. Almarhum meninggal akibat penyakit kencing batu dan prostat yang dideritanya sejak sebulan lalu.

Menurut salah seorang putranya, Agus, Almarhum yang merupakan salah seorang pensiunan BNI Cabang Cianjur itu, selasa (8/2) pagi sekitar pukul 09.00 WIB sudah dikebumikan di Pemakaman Umum Pasarean cianjur, diantar oleh sanak-saudara dan para kerabat dekatnya.

Saat ini, Almarhum yang bertempat tinggal di Jl.K.H.Hasyim Ashari No. 1344 Warujajar Cianjur itu, meninggalkan 6 anak terdiri dari 2 laki-laki, 4 perempuan, serta 7 orang cucu dan istri tercintanya, Ida Farida (60).

Semasa hidupnya, Almarhum kerapkali membela nama baik Indonesia dalam berbagai event bulutangkis, karena Almarhum termasuk salah seorang pemain bulutangkis Nasional, yakni seangkatan dengan era Unang dan Tutang. Bahkan setelah tidak lagi menjadi pemain Nasional, almarhum tetap selalu aktif mengabdikan dirinya dengan cara menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan olahraga bulutangkis. Baik di Cianjur maupun di tingkat Regional.

“Terakhir Bapak membela Indonesia pada Asian Games IV di Jakarta, tahun 1962. Dan sebelum meninggal Bapak pun masih aktif menjadi pengurus PBSI Jabar bidang Daerah,”kata Agus seraya memohon maaf kepada semua pihak atas segala kehilafan dan kealpaan almarhum semasa hidupnya. Rm

sumber : dikutip dari Koran Pakuan Minggu II Februari 2000

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ




 

Read more

Entap Tjahja Pebulutangkis Nasional dekade 50-an



Entap Tjahja
                                  بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم 

Tatkala dunia bulutangkis Indonesia dewasa ini banyak mencuatkan prestasi di forum Internasional dan gairah olahraga bulutangkis ini membahana sampai ke pelosok desa, tentu tak banyak orang mengenal lagi tokoh-tokoh bulutangkis daerah yang pernah manggung di forum Nasional dan Internasional.

Entap Tjahja (62) kelahiran Majalaya Bandung yang bermukim di Cianjur, salah seorang pebulutangkis nasional dekade '50-an sampai '60-an. Ditemui di rumahnya, Jl.K.H.Hasyim Ashari Cianjur, pensiunan pegawai BNI Cianjur ini, tampak agak risih ditanya tentang pengalaman-pengalamannya. “Ah, akang mah biasa-biasa wae,” katanya.

Kang Entap, memulai kariernya sebagai pebulutangkis pada 1953 ketika masuk perkumpulan bulutangkis Pusaka di Bandung. Pada 1954 berhasil menjadi juara ke-4 Kejuaraan Bulutangkis Bandung, sementara Juara I pada saat itu diraih pebulutangkis ternama Tan You Hok, Juara II Samsudin dan juara III Ayat. Sejak saat itu, secara intensif ia banyak mengikuti berbagai kejuaraan nasional, antara lain di Surabaya (1954) dan di Solo (1955).

Pada 1957, ia memperkuat Jawa Barat pada PON IV di Makassar. Pada kejuaraan di Amritsar India 1962, menjadi runner up ganda putra bersama Tutang Jamaludin. Kemudian menjadi finalis kejuaraan Asia I di Kualalumpur bersama Kho Hian Cang (Solo). Pada tahun yang sama, kang Entap berturut-turut mengikuti kejuaraan di Singapura, Bangkok dan Hongkong serta Asian Games IV di Jakarta.

Kang Entap yang berputra 6 (4 putri dan 2 putra) hasil pernikahannya dengan Ny. Ida farida kelahiran Cibeber Cianjur 57 tahun lalu, mengaku bakat olahraga bulutangkis ini tidak menurun kepada anak-anaknya. Namun semangatnya untuk mengabdi disalurkannya dalam kepengurusan. Tidak tanggung-tanggung, ia menjadi Ketua Umum PBSI Cabang Cianjur terlama dengan rekor 20 tahun, sejak 1966 sampai 1986. Mulai 1987, ia menjadi Ketua PBSI Wilayah II Bogor hingga saat ini.

Mungkin banyak yang tidak tahu berkat jasanya dalam menggeluti dunia bulutangkis sejak muda, Kang Entap Tjahja telah banyak mendapatkan penghargaan, antara lain dari Gubernur Jawa Barat (Mashudi), PBSI Jawa Barat dll. Terakhir, puncak penghargaan yang diterimanya adalah Bintang Satia Jasa Kelas II dari PB PBSI pada 7 Desember 1996 di Subang, bersama-sama dengan tokoh lainnya seperti Bapak Abung Kusman, Iie Sumirat, H. Eman Suparman, Nara Sujana, Unang AB, Tutang Jamaludin, Surono dan Gusti Kusmayadi. “Penghargaan ini benar-benar membuat saya menjadi tidak pernah surut semangat untuk terus mengabdi dalam dunia bulutangkis dengan cara apapun dan sesuai dengan kemampuan yang masih saya miliki sekarang ini, “katanya penuh semangat”. (Bons/”PR”)

sumber : dikutip dari Gelanggang Olahraga (GELORA) Harian Umum Pikiran Rakyat, RABU, 23 April 1997

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ












Read more